Butuh Bantuan? Customer service JualBenihMurah.com siap melayani dan membantu Anda.
Beranda » Artikel Terbaru » Inilah Tahapan – Tahapan Dalam Proses Memanen Tanaman Buah Kurma Ala Thailand

Inilah Tahapan – Tahapan Dalam Proses Memanen Tanaman Buah Kurma Ala Thailand

Diposting pada 30 December 2017 oleh Ali Arwani | Dilihat: 3.200 kali

Inilah Tahapan – Tahapan Dalam Proses Memanen Tanaman Buah Kurma Ala Thailand

Thailand sudah mendahului kita 11 tahun dan Malaysia 8 tahun dalam hal budidaya kurma. Bahkan Thailand lah yang pertama kali menemukan varietas kurma tropis Kolak One (KL-1) hasil karya asli anak bangsa mereka. Kurma tersebut hasil hybrid dari kurma gurun jenis Barhee dan Deglet Noor yang dikenal sebagai kurma berkualitas tinggi. Hebatnya, kurma hasil hybrid ini selain mewarisi kualitas tinggi tanaman induknya juga sangat cocok tumbuh di daerah tropis. Decak kagum dunia tidak berhenti sampai disitu, kurma KL-1 mampu tumbuh buah dalam waktu hanya 3-4 th saja (kurma gurun membutuhkan waktu 7-10 th) dengan tinggi hanya 1 atau 2 meter saja (kurma gurun tingginya 15-25 meter). Kemajuan Thailand memang tidak hanya duluan membudidayakan tanaman kurma saja namun juga dalam riset dan teknologinya. Jadi tidak ada salahnya kita mencontoh keberhasilan pekebun Thailand yang sukses memimpin Asia Tenggara dalam budidaya kurma.

Pekebun-pekebun Thailand punya cara-cara unik dalam membudidayakan kurma. Salah satunya adalah pada saat memanen dan memasarkan buah kurma. Banyak peristiwa yang bisa kita tarik hikmahnya, misalnya perilaku para konsumen dan penggemar kurma disana. Banyak hal bisa kita dapatkan kalau kita perhatikan. Banyak pertanyaan yang muncul dalam diri kita saat membudidayakan kurma yang bisa terjawab. Seperti misalnya: Apa sih perbedaan cara memanen kurma tropis dengan gurun? Kapan waktu yang tepat untuk memanen kurma? Bagaimana memasarkannya? Berapa harganya? Dan masih banyak lagi.

Proses Memanen Buah Kurma

Proses Memanen Buah Kurma

Saat itu musim panen tiba. Pekebun kurma di Provinsi Nakhonratchasima, Thailand, mengomandoi para pekerja memetik tandan yang berbobot rata-rata 20 kg. Ini adalah panen perdana buah yang baru beberapa tahun mereka tanam. Sejumlah pekerja hilir-mudik bermodal gunting dan kayu panjang. Mereka bertugas memanen tandan buah segar yang muncul di setiap pohon. Para pemanen tak perlu repot menggunakan tangga untuk memotong tandan kurma. Kurma kultivar KL-1 (kolak one) yang ditanam masih muda tinggi batang utamanya cuma 40 cm dari permukaan tanah. (Bandingkan dengan kurma gurun yang tingginya mencapai belasan meter, tentu mereka membutuhkan tangga). Pemandangan ini lazim kita lihat saat bulan Mei – bulan Agustus.

Baca Juga :   7 Keunggulan Kurma Kultur Jaringan Varietas Barhee Yang Wajib Anda Ketahui Sebagai Pilihan Yang Tepat Dalam Budidaya Skala Industri

Hal yang dilalukan oleh para pemanen kemudian adalah menggantung setiap potongan tandan buah kurma itu di kayu panjang. Tandan harus digantung untuk menghindari gesekan antar buah. Pekerja lantas membawa tandan buah siap jual ke sebuah bangunan di pintu masuk kebun. Di sana para pembeli sudah menunggu untuk mengambil tandan. Pekerja dengan sigap menimbang setiap tandan lalu menyerahkannya pada sang pemilik usai membayar 500 baht setara Rp200.000 per kilogram buah. Kesibukan semacam itu dapat dijumpai di kebun Pratin mulai pengujung Mei hingga Agustus. Selama 3 bulan itu kebun selalu ramai pengunjung. 

Proses Panen Kurma

Proses Panen Kurma (foto : trubus)

Konsumen memang lebih menyukai buah kurma segar. Itu sebabnya mereka rela memesan buah jauh hari sebelum waktu panen tiba. Buah segar KL-1 bertekstur renyah dan bercita rasa manis agak sepat. Kulit buahnya kuning, sedangkan dagingnya putih dan padat. Pengunjung mencuci bersih buah kurma dan menikmatinya. Nyaris semua pekebun kurma di Thailand memanen kurma pada fase khalal alias buah segar, biasanya 25 minggu setelah penyerbukan. Sebenarnya pekebun bisa memanen kurma berdasarkan 3 fase buah yakni khalal (segar), ruthab (matang penuh), dan tamar (semi kering atau kering).

Kurma dapat dimakan selagi mentah ataupun matang. Jadi meskipun pada fase khalal, kurma masih mentah namun kurma ini sudah bisa dipanen dan dimakan. Fase kurma yang dipanen memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing misalnya kurma segar (fase ruthab) mengandung kadar air dan vitamin yang lebih banyak serta rasanya sangat manis namun kurma fase ini rendah kandungan energi siap pakai. Selain itu harus cepat dipasarkan atau dimakan sebelum rusak. Sementara kurma yang kering (fase tamr) tinggi akan kandungan energi siap pakai serta lebih awet disimpan, namun kandungan air dan beberapa vitamin menjadi lebih rendah bahkan kandungan vitamin C-nya hilang.

Baca Juga :   Cara Mudah Mengawinkan Kurma Jantan Dengan Kurma Betina Agar Dapat Segera Menghasilkan Buah

Jadi sebaiknya proses pemanenan kurma disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuannya. Apabila mau langsung dimakan dan dipasarkan, bisa dipanen di fase khalal. Sedang apabila menginginkan kurma segar dapat dipanen pada fase ruthab. Bisa juga apabila untuk keperluan dalam jangka waktu lama atau mau awet disimpan, panen kurma di fase tamr.

Buah Kurma

Buah Kurma

Di Asia barat seperti seperti Arab Saudi dan Israel, pekebun memanen kurma saat fase ruthab dan tamar. Kurma kering paling banyak dikonsumsi sebab bertekstur lembut dan rasanya sangat manis. Sedangkan kurma yang dibudidayakan di kawasan beriklim tropis tidak memungkinkan untuk dipanen pada fase tamar. Di Thailand proses panen dilakukan sebelum musim hujan tiba. Tujuannya menghindari busuk buah dan rontok. Pekebun terancam gagal panen jika membiarkan buah mengering alami di pohon. Oleh karena itu kultivar KL-1 sangat cocok dikebunkan di kawasan beriklim tropis sebab buah sudah manis meskipun dipanen pada fase khalal.

Ada salah seorang petani di Thailand yang juga menanam kurma kultivar lain seperti barhee, khalas, dan khunaizi. Ia memanen ketiga kultivar itu pada fase khalal. Barhee memiliki rasa buah segar paling enak. Kurma berwarna kuning lemon itu sudah manis meskipun dalam bentuk khalal. Barhee merupakan kultivar kurma yang populer dikonsumsi dalam bentuk khalal. Kultivar asal Irak itu banyak dijual dalam bentuk segar di Israel, Iran, Suriah, dan Palestina.

Sementara khalas dan khunaizi kurang cocok bila dipanen pada fase khalal. Buah segar kedua kultivar itu masih memiliki rasa dominan sepat. Itu sebabnya Anurak tidak menjual buah segar khalaz dan khunaizi. Jadi KL-1 dan barhee merupakan kultivar andalan yang cocok dipasarkan dalam bentuk segar. Keduanya manis dan bertekstur renyah.

Baca Juga :   Inilah 19 Manfaat Si Cebol, Kelapa Genjah Entok Sebagai Penangkal Racun, Sebagai Obat Pencernaan dan Sebagai Isotonik

Harga hasil panen buah kurma berupa buah segar dan kering, masing-masing dibanderol Rp240.000 dan Rp160.000 per kilogram. Penjualan hasil panen langsung di kebun atau gerai pribadi. Untuk menjaga kualitas buah, beberapa pekebun menyimpan kurma di dalam ruangan khusus bersuhu sekitar 7° C. Tujuannya untuk menghindari serangan cendawan dan serangga. Selain itu buah lebih awet dan tahan lama.

Produk turunan kurma

Produk turunan kurma (foto : Trubus)

Saat ini banyak pekebun di Thailand yang berinovasi menciptakan Produk-produk turunan kurma. Misalnya produk minuman dan sirup. Dengan menggunakan buah kurma pada tahap khalal dan tamar sebagai bahan baku. Sensasi rasa minuman itu segar, nikmat dan manis. Sementara rasa sirop dari ekstrasi kurma tamar sangat kental dan manis. Menurut Dra Emma Satriaty Wirakusumah MSc, ahli gizi dan kuliner di Jakarta Selatan, daging buah kurma segar mengandung 60—65% fruktosa. Persentase fruktosa meningkat menjadi 75—85% saat kurma berada dalam bentuk kering. Kelebihan lain, kurma kering mengandung sedikit tanin sehingga tidak memiliki rasa sepat, teksturnya pun lebih lembut.

Selain itu buah lebih awet sehingga dapat dikonsumsi sepanjang tahun. Kurma segar dapat dibuat menjadi ruthab atau tamar secara alami atau dengan perlakuan khusus. Pematangan kurma dari fase khalal hingga ruthab secara alami butuh waktu paling cepat sepekan, tergantung tingkat kematangan buah segar saat panen. Cara lebih singkat dapat dilakukan dengan pembekuan cepat pada suhu minus18°C selama 24 jam lalu buah dicairkan. Sementara pengeringan dapat dilakukan dengan menjemur kurma di bawah sinar matahari atau naungan plastik hingga kandungan air yang tersisa 23—25%.

Demikianlah informasi tentang tahapan-tahapan yang biasa dilakukan para petani thailand dalam memanen buah kurma. Semoga informasi tersebut menjadi cambuk bagi kita segera melakukan pembudidayaan kurma. Dan semoga informasi tersebut dapat menambah wawasan kita tentang budidaya tanaman buah kurma tropis. Terima kasih.

 

Bagikan informasi tentang Inilah Tahapan – Tahapan Dalam Proses Memanen Tanaman Buah Kurma Ala Thailand kepada teman atau kerabat Anda.

Inilah Tahapan – Tahapan Dalam Proses Memanen Tanaman Buah Kurma Ala Thailand | JualBenihMurah.com

Komentar dinonaktifkan: Inilah Tahapan – Tahapan Dalam Proses Memanen Tanaman Buah Kurma Ala Thailand

Maaf, form komentar dinonaktifkan.

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 21%
Benih Cabe Goat Weed Pepper (Maica Leaf)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 15.000 Rp 19.000
Tersedia
Rp 15.000 Rp 19.000
Stok: Tersedia
Edisi Terbatas
OFF 26%
Bibit Jambu Air Bajang Leang Berbuah

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Jambu Bajang Leang BerbuahRp 185.000 Rp 250.000
Tersedia
Rp 185.000 Rp 250.000
Stok: Tersedia
Paling Laris
OFF 40%
Jual Bibit Durian Berkualitas Unggul

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Jual Bibit Durian UnggulRp 75.000 Rp 125.000
Tersedia
Rp 75.000 Rp 125.000
Stok: Tersedia
OFF 18%
Benih Kubis New Summit (Known You Seed)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 22.500 Rp 27.500
Tersedia
Rp 22.500 Rp 27.500
Stok: Tersedia
SIDEBAR