Butuh Bantuan? Customer service JualBenihMurah.com siap melayani dan membantu Anda.
Beranda » Artikel Terbaru » Inilah 6 Panduan Mudah Dalam Membudidayakan Tanaman Buah Alpukat Mentega Agar Mampu Tumbuh Optimal dan Cepat Berbuah

Inilah 6 Panduan Mudah Dalam Membudidayakan Tanaman Buah Alpukat Mentega Agar Mampu Tumbuh Optimal dan Cepat Berbuah

Diposting pada 12 November 2020 oleh Rizky Erma | Dilihat: 313 kali

Inilah 6 Panduan Mudah Dalam Membudidayakan Tanaman Buah Alpukat Mentega Agar Mampu Tumbuh Optimal dan Cepat Berbuah

Alpukat mentega termasuk jenis buah alpukat unggulan karena memiliki buah dengan daging yang tebal, padat dan bertekstur kenyal tak berair. Yang paling menarik adalah buah alpukat ini mempunyai daging buah yang berwarna kuning cantik tampak bersih tanpa cacat dan serupa dengan mentega.

Buah alpukat mentega mempunyai bentuk cenderung bulat dengan bagian pangkal dan ujung agak membulat pula dengan panjang sekitar 13 -17 cm dan diameter 10 – 14 cm. Adapun berat buahnya rata-rata sekitar 600 gram /buah. Buah alpukat mentega Memiliki kadar protein 1,37%, dan kadar lemak 7,58%. Bahkan, buah alpukat ini juga sering digunakan sebagai bahan diet atau pencegah rasa lapar karena kandungan yang dimilikinya.

alpukat mentega

Tanaman Alpukat mentega merupakan salah satu varietas alpukat unggulan yang berasal dari Meksiko. Secara fisik, tanaman alpukat mentega ini mempunyai tampilan yang hampir sama dengan jenis alpukat unggulan lainnya seperti alpukat wina dan alpukat aligator.

Tanaman Alpukat mentega juga tahan terhadap serangat ulat. Hal ini tentunya memberikan keuntungan tersendiri bagi anda yang hendak bertanam alpukat namun takut dengan ulat. Tingkat produktifitas alpukat mentega ini tergolong tinggi yakni mencapai 350 sampai 450 buah/pohon atau sekitar 225 kg/tahun. Keistimewaan lainnya adalah bibit alpukat mentega mampu berbuah sepanjang tahun. Dengan segala keunggulannya tak heran jika Alpukat mentega menjadi salah satu Incaran para kolektor Petani Bibit seluruh Indonesia.

Syarat Tumbuh Alpukat Mentega

  • Bibit alpukat mentega sangat cocok ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian maksimal 1,500 mdpl.
  • Kondisi lingkungan yang disukai oleh si kuning mentega ini adalah lingkungan suhu antara 15 hingga 30 derajat Celcius dengan curah hujan 5 sampai 6 bulan basah.
  • Memerlukan sinar matahari melimpah dengan intensitas cahaya antara 40 – 80 %.
  • Jenis tanah yang cocok adalah tanah lempung berpasir, lempung liat, dan lempung endapan.
  • Adapun derajat keasaman tanah untuk pertumbuhan alpukat ( pH) yang sesuai yaitu: pH 5,6 – 6,4.

Budidaya Alpukat Mentega

Tidak hanya terbebas dari hama, keunggulan alpukat mentega lainnya yang membuat banyak orang menyukainya adalah alpukat mentega ini tidak mudah busuk. Hal ini dikarenakan tekstur daging alpukat mentega yang solid sehingga tidak berair dan tidak gampang busuk

Baca Juga :   7 Keistimewaan Alpukat Mentega, Pilihan Budidaya Komersil

Budidaya tanaman alpukat mentega tergolong mudah untuk dilakukan dan tidak memerlukan perawatan yang mahal. Asalkan syarat tumbuh tanaman alpukat terpenuhi dan perawatan yang teratur dilakukan, tanaman alpukat akan tumbuh dengan baik dan cepat berbuah. Bahkan dalam bertanam alpukat ini dapat dilakukan di pekarangan rumah atau halaman rumah sendiri lho. Asalkan punya halaman yang cukup dan memang hobi, berkebun alpukat dapat dilakukan dengan mudah.

Berikut ini adalah beberapa tahapan mudah dalam membudidayakan alpukat mentega agar tumbuh subur dan cepat berbuah :

1. Pemilihan Bibit Unggul

  • Pilih bibit alpukat mentega dari hasil okulasi atau penyambungan yang berlabel dari penangkaran terpercaya.
  • Pilih bibit yang sehat dan tumbuh baik. Bibit okulasi yang sehat memiliki ciri batang mulus dan bebas dari bercak-bercak akibat serangan cendawan atau bakteri, hanya terdapat satu atau sedikit lengkungan bekas tempelan mata.
  • Pilih bibit dengan tajuk yang rimbun, subur, dan tampak segar. Hindari memilih bibit dengan kondisi daun yang cacat, berlubang, dan tampak bercak-bercak akibat serangan hama dan penyakit.
  • Bibit telah berumur enam bulan atau lebih tinggi bibit antara 60-70 cm dan diameter batang 1-1,5 cm bentuk batang lurus dan tidak bercabang, serta warna daun hijau mengilap dan telah membentuk 3-5 flush.

2. Pengolahan Lahan

Lahan tanam hendaknya berupa tanah yang gembur, cukup lembap tetapi tidak tergenang air, subur dengan unsur hara yang tinggi, serta tidak mengandung terlalu banyak bahan organik. Tanah yang terlalu lembap atau tergenang air menimbulkan risiko bibit membusuk. Tingkat keasaman atau pH tanah yang baik berkisar antara 6 – 6,5.

Bersihkan lahan tanam dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya, pepohonan, dan bebatuan. Gemburkan dengan cangkul atau bajak, lalu cangkul halus 2 – 3 kali. Buat bedengan agar tanah di sekitar pohon alpukat mentega lebih tinggi dari lahan di sekitarnya. Tujuannya untuk menghindari genangan air pada musim hujan atau akibat dari penyiraman rutin. Buat lubang tanam berukuran 60 x 60 cm dengan kedalaman 60 – 80 cm.

3. Tahap Penanaman Bibit

Penentuan jarak tanam dan pola tanaman dalam budidaya buah alpukat mentega sangat relatif, tergantung pada luas lahan yang ada. Secara umum, jarak tanam antara satu tanaman alpukat dibuat sekitar 6 x 6 meter. Atau dapat digunakan jarak dari 5 x 5 m dengan pola tanam dalam bentuk budaya perkebunan secara permanen dan intensif.

Baca Juga :   7 Keistimewaan Alpukat Mentega, Pilihan Budidaya Komersil

Sebelum bibit ditanam, terlebih dulu dibuat lubang tanam. Lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm. Lubang digali sedalam 50 cm, separuh tanah galian bagian atas dipisahkan, lubang diangin-anginkan selama 2-4 minggu. Setelah cukup dianginkan, tanah dibagian atas dicampur dengan pupuk kandang ayam dengan perbandingan 1:1. Selain itu juga diberi pupuk NPK 20-10-10 sebanyak 1 genggam per lubang tanam. Kemudian campuran tanah dan pupuk itu dimasukkan kembali ke dalam lubang.

  • Gali lubang tanam yang telah ditimbun seukuran polibag.
  • Buka/sobek polibag secara hati-hati agar tidak melukai perakaran.
  • Letakkan bibit didasar lubang tanaman.
  • Timbun bibit dengan tanah galian setinggi leher akar.
  • Padatkan tanah bagian atas lalu siram air.

4. Tahap Pemeliharaan

Pertumbuhan tanaman yang optimal diperoleh melalui pemeliharaan yang intensif. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan tanaman buah adalah penyiraman, pemupukan, pemangkasan,dan penyiangan

– Penyiraman
Bibit alpukat mentega yang baru ditanam disirami dua kali sehari karena masih membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya. Tetapi jika hujan, tanaman alpukat mentega tidak perlu lagi disirami. Rajinlah menyiangi gulma dan tanaman pengganggu lainnya. Apabila tanah memadat karena proses penyiraman, gemburkan kembali dengan hati-hati agar akar tidak sampai putus terkena cangkul.

-Penyiangan
Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh tidak dikehendaki. Gulma akan menjadi kompetitor bibit alpukat dalam menyerap nutrisi di dalam tanah. Agar tanaman alpukat aligator tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi secara rutin. Proses penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar bibit alpukat aligator dengan menggunakan cangkul atau dengan manual.

-Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan untuk membentuk tajuk tanam agar tajuk tanah tidak Saling beradu dengan tajuk tanaman lain. Hal ini juga mendorong produksi buah dan memudahkan pemaneman dari tanaman yang tidak terlalu tinggi. Ada tiga macam pemangkasan sebagai berikut :

  • Pemangkasan bentuk yang dilakukan pada tanaman yang belum produktif dengan umur sekitar 2-3 tahun. Tujuannya membentuk percabangan secara teratur dan mencegah pohon tumbuh terlalu tinggi sehingga pembungkusan dsan pemetikan buah mudah dilakukan.
  • Pemangkasan pada ujung batang utama dengan cara dipotong pada ketinggian 1,5 – 2 m dari permukaan tanah. Biarkan 3-4 cabanh primer yang subur dan kuat untuk tumbuh.
  • Pemangkasan cabang dan ranting. Pemangkasan tunas yang tumbuh dipangkal dan tengah cabang serta ujung ranting dilkaksanakan setiap 1-2 bulan sekali. Tujuannya agar sinar matahari dapat masuk sehingga mengurangi kelembapan.
Baca Juga :   7 Keistimewaan Alpukat Mentega, Pilihan Budidaya Komersil

5. Tahap Pemupukan

Sebelum pemupukan perlu dibuat lubang melingkar tepat di bawah tepi tajuk tanaman sedalam 30 cm. Pupuk ditebar ke dalam lubang kemudian ditimbun tanah lagi.

  • Tanaman alpukat umur 1-4 tahun (fase pertumbuhan) Pupuk yang diberikan adalah pupuk urea 0,27 kg – 1,1 kg, pupuk TSP 0,5 kg – 1 kg dan Pupuk KCI 0,2kg – 0,83 kg per pohonnya.
  • Tanaman alpukat umur 3-4 tahun (fase produksi) Pupuk yang diberikan adalah pupuk urea 2,22 kg-3,55 kg, pupuk TSP 3,2 kg, dan pupuk KCI 4 kg setiap satu pohonnya.
  • Adapun pemberian pupuk kandang dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. Pemberian pupuk kandang untuk budidaya dilahan sebanyak 20 kg per pohon.

6. Tahap Panen

Buah alpukat mentega dapat dipanen 6 – 7 bulan setelah berbunga. Potong buah dengan menggunting tangkainya dari cabang. Buah yang matang warna kulitnya tua dan tidak mengilat. Jika diguncang, bagian dalamnya seperti kosong karena ada ruang di antara biji dengan daging buah.

Seperti yang kita tahu, alpukat memiliki banyak jenis, buat orang awam mungkin akan kesulitan untuk membedakan mana yang alpukat mentega dan mana alpukat yang lain. Untuk itu, berikut adalah cara untuk mengenali alpukat mentega yang dilihat dari ciri-cirinya :

  • Memiliki permukaan kulit yang halus
  • Warna kulit berubah menjadi warna hijau kecokelatan saat matang
  • Saat matang biji tidak menempel pada daging alpukat mentega
  • Daging alpukat mentega lebih tebal dan tidak berserat

Alpukat mentega dikenal sebagai alpukat yang berbuah di sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Bahkan jenis alpukat ini bisa di panen 2-3 kali dalam setahun. Kondisi ini membuat banyak orang lebih memilih untuk menanam dan mengkonsumsi alpukat mentega daripada alpukat biasa, karena dinilai lebih menguntungkan.

Demikianlah informasi tentang cara mudah budidaya alpukat mentega yang baik dan benar. Agar tanaman alpukat mentega mampu tumbuh dengan optimal dan cepat berbuah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya pemilihan bibit unggul, pengolahan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman dan tahap panen. Semoga artikel tersebut dapat menambah wawasan kita tentang alpukat mentega dan diharapkan anda dapat mencobanya sendiri dirumah. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

 

Bagikan informasi tentang Inilah 6 Panduan Mudah Dalam Membudidayakan Tanaman Buah Alpukat Mentega Agar Mampu Tumbuh Optimal dan Cepat Berbuah kepada teman atau kerabat Anda.

Inilah 6 Panduan Mudah Dalam Membudidayakan Tanaman Buah Alpukat Mentega Agar Mampu Tumbuh Optimal dan Cepat Berbuah | JualBenihMurah.com

Belum ada komentar untuk Inilah 6 Panduan Mudah Dalam Membudidayakan Tanaman Buah Alpukat Mentega Agar Mampu Tumbuh Optimal dan Cepat Berbuah

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 13%
Bibit Jeruk Varigata Berbuah

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Jeruk Sunkist Varigata BerbuahRp 195.000 Rp 225.000
Tersedia
Rp 195.000 Rp 225.000
Stok: Tersedia
OFF 10%
Pupuk Langsung Pakai Pembenihan

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Pupuk Langsung Pakai PembenihanRp 43.000 Rp 48.000
Tersedia
Rp 43.000 Rp 48.000
Stok: Tersedia
OFF 59%
Jual Bibit Pisang Kepok Kuning 50cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 35.000 Rp 85.000
Tersedia
Rp 35.000 Rp 85.000
Stok: Tersedia
OFF 27%
Bibit Kacang Amazon 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Kacang AmazonRp 55.000 Rp 75.000
Tersedia
Rp 55.000 Rp 75.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR