Butuh Bantuan? Customer service JualBenihMurah.com siap melayani dan membantu Anda.
Beranda » Artikel Terbaru » Inilah 5 Panduan tepat Membudidayakan Tanaman Buah Kelapa Wulung Agar Cepat Tumbuh dan Berbuah Dengan Cepat

Inilah 5 Panduan tepat Membudidayakan Tanaman Buah Kelapa Wulung Agar Cepat Tumbuh dan Berbuah Dengan Cepat

Diposting pada 14 January 2018 oleh Ali Arwani | Dilihat: 4.211 kali

5 Panduan Tepat Membudidayakan Tanaman Buah Kelapa Wulung Agar Cepat Tumbuh dan Berbuah Dengan Cepat

Sebenarnya membudidayakan kelapa wulung sama tak ubahnya membudidayakan kelapa biasa. Dari mulai lingkungan tumbuh ideal, pembibitan , penyemaian, dan perawatannya nyaris sama.  Kelapa wulung merupakan kelapa yang termasuk dalam jenis kelapa hijau varietas varidis. Kenampakan fisiknya sama persis dengan kelapa hijau. Yang membedakannya adalah warna pink (merah muda) yang timbul saat kita memotong bagian pangkal buahnya, bukan warna putih seperti kelapa yang biasa kita temukan.

Air kelapa wulung bercitarasa agak pahit bukan manis seperti kelapa unggulan lain. Hal ini menggiring persepsi publik bahwa kelapa wulung juga berfungsi sebagai obat. Hal tersebut ada benarnya karena buah kelapa wulung mengandung banyak nutrisi penting bagi tubuh dan zat-zat lain yang dapat membantu menyembuhkan penyakit tertentu. Antara lain: sakarosa, glukosa, tanin, sukrosa mineral, asam amino, alanin, sistin, arginin, alin, pantotenat, biotin, riboflavin, fruktosa, dan lain-lain.

Panduan Budidaya Kelapa Wulung

Panduan Budidaya Kelapa Wulung

Syarat Tumbuh Kelapa Wulung

Kelapa wulung sebenarnya dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti aluvial, laterit, vulkanis, berpasir, tanah liat, ataupun tanah berbatu, akan tetapi, jenis tanah yang paling baik untuk kelapa wulung adalaha endapan aluvial. Tanaman kelapa wulung dapat tumbuh subur pada pH 5 – 8, optimum pada pH 5.5 – 6,5. Pada tanah dengan pH diatas 7.5 dan tidak terdapat keseimbangan unsur hara, sering menunjukkan gejala-gejala defisiensi besi dan mangan. Kelapa membutuhkan air tanah pada kondisi tersedia yaitu bila kandungan air tanah sama dengan laju evapotranspirasirasi atau bila persediaan air ditambah curah hujan selama 1 bulan lebih besar atau sama dengan potensi evapotranspirasi, maka air tanah cukup tersedia. Keseimbangan air tanah dipengaruhi oleh sifat fisik tanah terutama kandungan bahan organik dan keadaan penutup tanah. Jeluk atau kedalaman tanah yang dikehendaki minimal 80-100 cm. Tanaman kelapa wulung membutuhkan lahan yang datar (0-3%). Pada lahan yang tingkat kemiringannya tinggi (3-50%) harus dibuat teras untuk mencegah kerusakan tanah akibat erosi, mempertahankan kesuburan tanah dan memperbaiki tanah yang mengalami erasi.

Pohon Kelapa wulung tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan antara 1300 -2300 mm/tahun, bahkan sampai 3800 mm atau lebih, sepanjang tanah mempunyai drainase yang baik. Akan tetapi distribusi curah hujan, kemampuan tanah untuk menahan air hujan serta kedalaman air tanah, lebih penting daripada jumlah curah hujan sepanjang tahun. Angin berperan penting pada penyerbukan bunga (untuk penyerbukannya bersilang) dan transpirasi tanaman. Kelapa wulung sangat menyukai sinar matahari dengan intensitas yang tinggi, adapun lama penyinaran minimum 120 jam/bulan atau 2000 jam/tahun sebagai sumber energi fotosintesis. Bila dinaungi, pertumbuhan tanaman muda dan buah akan terlambat. Pada bulan-bulan dimana jumlah penyinaran per bulan lebih tinggi dari rata-rata, jumlah produksinya biasanya menjadi lebih banyak.

Pohon Kelapa wulung sangat peka terhadap suhu rendah dan tumbuh paling baik pada suhu 20-27 derajat C. Pada suhu 15 derajat C, akan terjadi perubahan fisiologis dan morfologis tanaman kelapa. Pertumbuhan kelapa sangat dipengaruhi oleh suhu, terutama saat berbuah. Suhu rendah tidak cocok untuk tanaman kelapa, karenanya penyebaran tanaman kelapa terbatas pada daerah tropis. Suhu tahunan yang optimal adalah 27 derajat Celcius dengan variasi harian maksimum 7 derajat Celcius.

Baca Juga :   Inilah 5 Jenis Tanaman Buah Kelapa Unggul Berpostur Pendek Yang Paling Cocok Untuk Dibudidayakan di Indonesia

Berikut ini adalah beberapa panduan teknis membudidayakan tanaman buah kelapa wulung agar mampu tumbuh optimal dan berbuah lebat :

1. Tahap Pemilihan Bibit

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan kelapa wulung adalah pemilihan bibit kelapa wulung berkualitas unggul. Dalam pemilihan bibit dapat dilakukan dengan membeli bibit kelapa wulung di tempat penangkaran atau tempat pembibitan yang sudah terpercaya. Cara ini biasa dilakukan untuk menghemat waktu dan menghemat biaya.

Anda juga bisa memilih bibit kelapa wulung ini dengan cara melakukan penyemaian bibit sendiri. tahap-tahap yang perlu diperhatikan dalam penyemaian benih kelapa wulung antara lain :

  • Persyaratan Benih : Syarat pohon kelapa wulung induk adalah berumur 20-40 tahun, produksi tinggi (80-120 butir/pohon/tahun) terus menerus, batangnya kuat dan lurus dengan mahkota berbentuk sperical (berbentuk bola) atau semisperical, daun dan tangkainya kuat, bebas dari gangguan hama dan penyakit. Ciri buah yang matang untuk benih, yaitu umur ± 12 bulan, 4/5 bagian kulit berwarna coklat, bentuk bulat dan agak lonjong, sabut tidak luka, tidak mengandung hama penyakit, panjang buah 22-25 cm, lebar buah 17 -22 cm, buah licin dan mulus, air buah cukup, apabila digoncang terdengar suara nyaring.
  • Penyiapan Benih : Seleksi benih sesuai persyaratan, istirahatkan benih selama ± 1 bulan dalam gudang dengan kondisi udara segar dan kering, tidak bocor, tidak langsung terkena sinar matahari dan suhu udara dalam gudang 25-27 derajat C dan dilakukan dengan menumpuk buah secara piramidal tunggal setinggi 1 meter dan diamati secara rutin
  • Penyemaian Benih : Gemburkan lahan penyemaian terlebih dulu sampai dengan kedalaman mencapai 30-40 cm. Kemudian lahan tadi dibuat menjadi beberapa bedengan dengan lebar 2 m, tinggi 25 cm, dan jarak antara bedengan 60-80 cm. Penyemaian juga dapat dilaksanakan menggunakan polybag yang berukuran 50 x 40 cm dengan ketebalan 0,2 mm. Bagian bawah polybag dibuat beberapa lubang irigasi yang memiliki diameter 0,5 cm dan berjarak 7,5 cm. Selanjutnya polybag ini diisi dengan tanah top soil. Sebelum ditanam, buah kelapa disayat selebar 5 cm pada tonjolan sabut sebelah tangkai berhadapan sisi terlebar. Gunakan arit yang tajam untuk membentuk sayatan dengan sekali gerakan dan jangan diulang. Setelah itu, buah kelapa dibenamkan ke dalam tanah pada 2/3 bagiannya dengan sayatan menghadap ke atas serta mikrofil menghadap ke timur. Pola penanaman sebaiknya dibentuk menjadi segi tiga bersinggungan. Pembibitan dilakukan selama 5-7 bulan jika benih disemai dengan jarak tanam 60 x 60 x 60 cm.
  • Pemeliharaan Penyemaian : Lakukan penyiraman dua kali sehari memakai gembor dengan air sebanyak 6 liter/m2/hari. Indikasi kecukupan airnya adalah bila Anda menekan bagian sayatan pada buah kelapa, jika keluar airnya maka penyiraman sudah cukup. Kemudian rumput-rumput yang tumbuh di area penyemaian harus dibersihkan secara rutin. Penyiangan ini dilakukan setiap sebulan sekali, baik menggunakan metode mekanis maupun kimiawi.
    Berikan insektisida/fungisida selama tahap penyemaian kecambah dengan dosis rata-rata 2 cc/liter yang disemprotkan langsung pada bakal tanaman. Kedua zat ini tentu saja berguna untuk melindungi bibit dari kemungkinan serangan hama dan penyakit. Selain itu, Anda pun harus mencukupi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman dengan memberikannya pupuk yang mengandung nitrogen, phosphat, kalium, dan magnesium setiap sebulan sekali. Pemberian pupuk ini dilakukan dengan membenamkannya ke dalam tanah sedalam 3 cm.
Baca Juga :   Inilah 8 Dahsyatnya Keunggulan Tanaman Buah Durian Matahari Yang Wajib Anda Ketahui

2. Tahap Pengelolahan Lahan

Penyiapan lahan dilakukan berdasarkan jenis lahan tersebut. Lahan harus dibersihkan dari semua tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan bibit kelapa wulung. Setelah itu, buat bedengan yang melingkari lahan dengan diameter 200 cm. Tujuan dari bentuk lahan seperti ini adalah mencegah air hujan masuk ke dalam leher batang tanaman bibit kelapa wulung.

Lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm hingga 1 x 1 x 1 m. Untuk lahan miring perlu dibuat teras individu selebar 1,25 m ke arah lereng di atasnya dan 1 m ke arah lereng di bawahnya. Pengapuran dilakukan jika tingkat keasaman tanah terlalu tinggi yakni pH sekitar 6-8. Sementara untuk pemupukannya dipakai pupuk TSP sebanyak 300 gram/lubang tanam. Pupuk ini dicampurkan dengan tanah top soil terlebih dahulu, lalu campurannya dimasukkan ke dalam lubang tanam.

3. Tahap Penanaman Bibit

  • Bibit kelapa wulung sebaiknya ditanam dengan pola segi tiga sehingga pemanfaatan lahan dan penyerapan sinar matahari lebih optimal.
  • Bibit kelapa wulung yang berkualitas bagus ditanamkan di lahan dengan jarak sekitar 9 x 9 x 9 m.
  • Untuk waktu penanaman idealnya dikerjakan pada awal musim penghujan.
    Potonglah bagian bawah polybag secara melingkar, lalu lepaskan sisi bagian tepinya sehingga yang tersisa hanyalah bibit kelapa hijau dengan media semainya.
  • Berikutnya bibit tersebut dimasukkan ke dalam lubang tanam dan dibuat irisan hingga ke ujung. Arah penanaman semua bibit ini harus sama.
  • Setelah tertanam, bibit disiram dengan air secukupnya untuk meningkatkan kelembaban di tempat tersebut.
Pohon kelapa hijau wulung

Pohon kelapa hijau wulung

4. Tahap Pemeliharaan Bibit

– Penjarangan dan Penyulaman
Penyulaman dilakukan terhadap tanaman kelapa wulung yang tumbuh kerdil terserang hama dan penyakit berat dan mati, dilakukan pada musim hujan setelah tanaman sebelumnya didongkel dan dibakar pada musim kemarau. Kebutuhan tanaman kelapa wulung tergantung pada iklim dan intensitas pemeliharaan biasanya untuk 143 batang/Ha 17 batang.

– Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada piringan selebar 1 meter pada tahun, tahun kedua 1,5 meter, dan ketiga 2 meter. Caranya menggunakan koret atau parang yang diayunkan ke arah dalam, memotong gulma sampai batas permukaan tanah dengan interval penyiangan 4 minggu sekali (musim hujan) atau 6 minggu-2 bulan sekali (musim kemarau).

– Pembubunan
Dilakukan setelah tanaman kelapa wulung menghasilkan dengan cara menimbunkan tanah dibagian atas permukaan sekitar pohon hingga menutup sebagian batang pohon yang dekat dengan akar.

5. Hama & Penyakit

– Hama
Kumbang nyiur (Oryctes Rhinoceros)
Ciri: bentuk kumbang dengan ukuran 20-40 mm warna hitam dengan bentuk cula pada kepala Gejala: (1) hama ini merusak tanaman yang berumur 1-2 tahun; (2) tanaman berumur 0-1 tahun, lubang pada pangkal batang dapat menimbulkan kematian titik tumbuh atau terpuntirnya pelepah daun yang dirusak; (3) pada tanaman dewasa terjadi lubang pada pelepah termuda yang belum terbuka; (4) ciri khas yang ditimbulkan yaitu janur seperti digunting berbentuk segi tiga; (5) stadium yang berbahaya adalah stadium imago (dewasa) yang berupa kumbang;

Baca Juga :   Ini dia, Tips Tepat Agar Tanaman Buah Lengkeng Tabulampot Mampu Tumbuh Subur & Rajin Berbuah

Pengendalian:
(1) sanitasi kebun terhadap sisa-sisa tebangan batang kelapa; (2) menggunakan virus Bacullovirus oryctes dan Mettarrizium arrisophiae; (3) memberikan carbofura (furadan 3G) atau carbaryl (sevin 5G) 10/pohon dengan interval 2 bulan sekali.

– Gulma
– Lalang (Imperata cylinddrica), pertumbuhan tinggi dapat mencapai 1-2 meter, penyebaran sangat cepat melalui rhyzoma (rimpang) maupun buahnya yang bersayap.
– Teki (Cyperus rotrendus)
– Lampuyangan (Panium repens)
– Pahitan (Paspalum konjugatum)
– Sembung rambat (Mikania cordata); tanaman ini mengeluarkan racun kepada tanaman lainmelalui cairan akarnya yang dapat menekan kegiatan bakteri pengikat nitrogen.
– Tahi ayam (Lantana camara)
– Kipahit (Euphathorium odorotum); tanaman ini dapat mencapai ketinggian 4-5
– eter dan berbentuk belukar.

Cara pemberantasan gulma, meliputi:

  • Penyiangan secara mekanis: (1) clean weeding, pengendalian gulma secara keseluruhan pada areal pertanaman; (2) selecting weeding, pengendalian gulma pada sekitar tanaman saja (membuat piringan); pada tanaman berumur 0-1 tahun radius 100 cm. Pada tanaman berumur 1-2 tahun radius 150 cm, pada tanaman berumur lebih dari 2 tahun radius 200 cm; (3) piringan digaruk dengan cangkul, rumput-rumputan dibuang kelur piringan, interval 1 x 1 bulan; (4) stripe weeding, pengendalian gulma secara berjalur.
  • Penyiangan secara kimia: (1) mencampur paracol dengan air 2,5-3 liter/450 liter; (2) memasukkan herbisida ke dalam tangki sprayer dan memompa sampai batas barometer pada tanda merah (otomatis), bagi srayer semi otomatis menyemprot sambil memompa; (3) menyemprotkan pada gulma, dengan memperhatikan pengaman (arah angin, masker dan sarung tangan); (4) perkirakan saat penyemprotan yang tepat yaitu 6 jam setelah penyemprotan tidak hujan. Bila perlu gunakan sticker (perekat dan perata semprotan); (5) interval waktu 1 x 3 bulan.

Jenis herbisida yang dipakai: (1) herbisida kontak, herbisida yang hanya mematikan bagian tanaman yang terkena dengan racun gulma ini; (2) herbisida sistemik, herbisida yang apabila dikenakan pada salah satu bagian tanaman maka akan tersebar keseluruh bagian tanaman melalui peredaran air dan zat hara, dan kemudian mematikan jaringan yang ada di atas dan di bawah permukaan tanah.

Demikianlah informasi tentang panduan mudah budidaya tanaman buah kelapa wulung, dalam membudidayakan kelapa wulung beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain : tahap pembibitan, tahap penyiapan lahan, tahap penanaman bibit, tahap pemupukan. Dengan perawatan yang baik diharapkan bibit kelapa wulung mampu tumbuh dengan baik dan cepat berbuah.

Untuk artikel selanjutnya kita akan membahas tentang manfaat buah kelapa wulung untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat untuk kita semua. dan diharapkan dapat mencobanya sendiri dirumah. Terima kasih.

Bagikan informasi tentang Inilah 5 Panduan tepat Membudidayakan Tanaman Buah Kelapa Wulung Agar Cepat Tumbuh dan Berbuah Dengan Cepat kepada teman atau kerabat Anda.

Inilah 5 Panduan tepat Membudidayakan Tanaman Buah Kelapa Wulung Agar Cepat Tumbuh dan Berbuah Dengan Cepat | JualBenihMurah.com

2 komentar untuk Inilah 5 Panduan tepat Membudidayakan Tanaman Buah Kelapa Wulung Agar Cepat Tumbuh dan Berbuah Dengan Cepat

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

Edisi Terbatas
OFF 42%
Jual Bibit Srikaya San Pablo 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 110.000 Rp 190.000
Tersedia
Rp 110.000 Rp 190.000
Stok: Tersedia
OFF 17%
Benih Rock Melon (Maica Leaf)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rock Melon Maica LeafRp 15.000 Rp 18.000
Habis
Rp 15.000 Rp 18.000
Stok: Habis
Bagaimana Cara Penanganan Terhadap Bibit Tanaman Buah Pasca Pengiriman

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Bibit Tanaman Buah Siap Packing*Harga Hubungi CS
Tersedia
*Harga Hubungi CS
Stok: Tersedia
Edisi Terbatas
OFF 20%
Jual Bibit Mamey Sapote Akil Especia 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 2.000.000 Rp 2.500.000
Tersedia
Rp 2.000.000 Rp 2.500.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR