Butuh Bantuan? Customer service JualBenihMurah.com siap melayani dan membantu Anda.
Beranda » Artikel Terbaru » Inilah 5 Panduan Mudah Dalam Menanam dan Merawat Tanaman Buah Durian Petruk, Jepara Agar Mampu Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah

Inilah 5 Panduan Mudah Dalam Menanam dan Merawat Tanaman Buah Durian Petruk, Jepara Agar Mampu Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah

Diposting pada 23 March 2018 oleh Ali Arwani | Dilihat: 1.528 kali

Inilah 5 Panduan Mudah Dalam Menanam dan Merawat Tanaman Buah Durian Petruk, Jepara Agar Mampu Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah

Durian Petruk adalah jenis durian unggul asli daerah Jepara, Jawa Tengah. Durian ini resmi diumumkan sebagai durian unggul pada tahun 1984 berdasarkan Surat Keputusan dari Kementrian Pertanian bernomor 896/kpts/TP.240/II/1984. Isinya kurang lebih menyatakan bahwa Durian jenis Petruk adalah buah ikonik berasal dari Jepara. Nama Petruk sendiri berasal dari pemiliknya, salah seorang warga Desa Randusari, Tahunan, Jepara bernama Pak Petruk. Durian ini menjadi terkenal dan bernilai jual tinggi karena memenuhi semua syarat sebagai durian jenis unggul. Maka tak heran hingga saat ini banyak masyarakat tergiur untuk membudidayakannya.

Salah satu keungglan yang dimiliki oleh Durian Petruk adalah ketahanannya terhadap penyakit busuk akar dan berbagai hama penyakit. sebagai info penyakit Busuk Akar adalah hama yang paling menakutkan bagi para petani durian. Penyakit ini menyerang bagian paling penting dari tanaman durian yaitu sistem perakarannya. Saat terserang dan tanpa adanya penanganan, bias dipastikan tanaman mengalami kematian. durian petruk dapat menjadi pilihan tepat bagi anda yang hendak belajar berkebun tanaman durian.

Budidaya Durian petruk

Budidaya Durian petruk

Secara umum tahapan dalam membudidayakan durian petruk hampir sama dengan tanaman durian unggul lainnya mulai dari penanaman harus memenuhi syarat tumbuh, pemilihan bibit, pemeliharaan dan penangangan pasca panen. Ingin mengetahui apa saja tahapan dalam membudidayakan durian petruk ini ? tanpa panjang, simak penjelasannya secara rinci.

Syarat Tumbuh Durian Petruk

Ketinggian Tempat
Tanaman buah durian petruk dapat tumbuh dengan baik pada dataran rendah dengan ketinggian tempat yang baik adalah antara 100-500 M dpl, jika ditanam pada daerah yang lebih tinggi akan menurunkan mutunya.

Iklim
Durian petruk, jepara pada umumnya mampu tumbuh dengan baik di daerah tropika basah dengan curah hujan > 2.000 mm/tahun dan tersebar merata sepanjang tahun. Lama bulan basah 9-10 bulan/tahun dan 1-2 bulan kering sebelum berbunga. Intensitas cahaya yang dibuthkan 40-50%. Dengan suhu tumbuh optimal 22-30ºC.

Kondisi Tanah
Tanaman durian petruk akan tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5-7 dan optimum pada pH 6-6,5. Kondisi drainase lahan harus baik, dengan kedalaman air tanah antara 50-150 cm dan 150-200 cm, karena akar durian sangat mudah busuk bila terendam air. Jenis tanah yang disukai adalah tanah grumosol dan andosol, karena tanah tersebut terkenal subur dan kaya kandungan bahan organik.

Berikut ini adalah beberapa lengkah mudah dalam membudidayakan tanaman buah durian petruk agar mampu tumbuh subur dan cepat berbuah :

1. Pemilihan Bibit

Langkah pertama yang harus diperhatikan Dalam membudidayakan durian petruk ini adalah memilih bibit durian petruk yang berkualitas unggul. Pada saat memilih atau membeli bibit durian pelangi ini sebaiknya memilih bibit durian pelangi yang masih segar dan sudah tua, tidak kisut dan tidak terserang hama dan penyakit. Selain itu, pilihlah bibit buah durian petruk yang berasal dari hasil perbanyakan vegetatif (hasil okulasi/cangkok). Hal ini bertujuan untuk menjamin sifat unggul indukan diturunkan pada anakannya dan pertumbuhannya berlangsung lebih cepat.

Baca Juga :   Kenalan Yuk, si Ruby Longan, Tanaman Buah Lengkeng Langka Dengan Daun, Batang dan Buah yang Berwarna Merah Yang Menarik Mata

2. Persiapan Lahan

Bersihkan lahan dari rerumputan, sisa tebangan, tanaman liar, kemudian dibajak/dicangkul. Buat saluran drainase di sekitar kebun guna menghindari adanya genangan. Lakukan kegiatan pengolahan lahan sebelum musim hujan.

3. Tahap Penanaman

  • Buatlah jarak tanam sekitar 9 x 9 M atau 10 x 10 M menanam pohon durian petruk, hal ini bertujuan agar pohon durian petr0uk mendapatkan nutrisi yang cukup dan mendapat sinar matahari yang memadai.
  • Buat lubang tanam dengan ukuran 80 x 80 x 70 cm atau 70 x 70 x 60 cm. Sesuaikan dengan jenis tanah dan kondisi lahan. Pisahkan tanah galian bagian atas (20 cm) dengan tanah galian bagian bawah dan biarkan selama 2-3 minggu.
  • Tutup lubang tanam dengan tanah galian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur dengan pupuk organik/pupuk kompos sebanyak + 30 kg/lubang.
  • Lakukan penanaman pada awal musim hujan dan saat sore hari agar bibit yang sudah ditanam tidak terkena sinar matahari secara langsung.
  • Tanam Bibit durian petruk pada daerah sekitar 5 cm di atas pangkal batang. Kemudian ikat pada batang kayu/bambu agar bibit tanaman durian petruk dapat tumbuh tegak lurus.
  • Sebaiknya berikan naungan pada bibit durian petruk yang sudah ditanam untuk menghindari sengatan matahari curah hujan yang lebat. Naungan bisa dibongkar setelah bibit berusia 3-5 bulan. Tutup tanah di sekitar tanaman sebaiknya dengan rumput/jerami kering sebagai mulsa agar kelembaban tanah dapat stabil.

4. Tahap Pemeliharaan

– Penyiangan
Tahap Penyiangan dilakukan untuk membuang gulma yang tumbuh di sekitar tanaman durian petruk (radius 1 m dari batang pohon) yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman.

– Penyiraman
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan proses penyiraman yaitu:

  • Tahap awal pertumbuhan penyiraman dilakukan setiap hari pagi dan sore hari, tetapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama (terlalu basah).
  • Kebutuhan air pada masa vegetatif 4-5 L/hari dan pada masa produktif 10-12 L/hari.
  • Setelah tanaman durian petruk berumur satu bulan penyiraman dilakukan 3x/minggu. Jika tanaman durian petruk sudah berbuah, penyiraman harus diperhatikan karena kalau kekurangan air dapat mengakibatkan kerontokan buah.
  • Tanaman durian petruk akan membutuhkan banyak air setelah panen karena diperlukan untuk memulihkan kondisi tanaman menjadi normal kembali.

– Pemangkasan akar
Pemangkasan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah. Buah menjadi lebih keras dan tahan lama.

– Penjarangan buah
Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Waktu untuk penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga. Saat gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan dan tidak boleh ditunda-tunda.

– Pemupukan
Tahap Pemupukan pada budidaya durian petruk terbagi menjadi 2, yaitu: pada tanaman durian petruk yang belum berbuah dan yang sudah berbuah.

Baca Juga :   Inilah 5 Panduan Mudah Budidaya Tabulampot Tanaman Buah Tin Agar Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah

a. Pada tanaman yang belum berbuah dilakukan dengan dosis sbb:
-. Pemupukan NPK (15:15:15) dilakukan 2 kali/tahun, dengan dosis sbb:

  • Tanaman umur 1 tahun, dosis pupuk NPK 40 – 80 gr/pohon/tahun.
  • Tanaman umur 2 tahun, dosis pupuk NPK 150 – 300 gr/pohon/tahun.
  • Tanaman umur 3 – 4 tahun, dosis pupuk NPK 400 – 600 gr/pohon/tahun.

-. Pupuk organic/kompos/pupuk kandang diberikan setahun sekali pada akhir musim hujan dengan dosis minimal 15-20 kg/pohon.

b. Sedang pemupukan untuk tanaman yang sudah berbuah dengan dosis/pohon :

  • Sesudah pemangkasan, pupuk organik 40-60 kg, urea 670 gr, SP-36 890 gr, KCl 530 gr
  • Saat pucuk mulai menua, urea 335 gr, SP-36 445 gr, KCl 265gr
  • Dua bln setelah pemupukan kedua, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150 gr
  • Saat muncul bunga, urea 45 gr, SP-36 225 gr, KCl 100 gr
  • Satu bulan sbelum panen, urea 180 gr, SP-36 650 gr, KCl 150gr.

Untuk cara pemupukannya, dibuat selokan melingkari tanaman dengan garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm dan tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan dan diratakan. Apabila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman.

5. Hama dan Penyakit

a. Hama
– Ulat penggerek bunga
Apabila mengalami serangan kuncup bunga terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Benang sari dan tajuk bunga rusak semua. Sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Cara pengendalian yaitu dengan menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, Nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).

– Kutu loncat durian
Bagian yang diserang pada tanaman adalah pada daunnya. Kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat. Cara pengendaliannya dengan Kultur teknis yaitu, dilakukan sanitasi kebun terutama daun kering. Atau Mekanis yaitu dengan daun dan ranting-ranting yang terserang dipangkas dan dimusnahkan. Bisa juga Kimiawi yaitu dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air.

– Penggerek batang dan cabang
Apabila terserang akan timbul lubang kecil bekas gerekan pada batang, dahan atau ranting dan mengeluarkan cairan dan kotoran berwarna kemerahan. Berakibat keringnya tanaman dan daun layu/rontok dan mati. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara Kultur Teknis yaitu dengan sanitasi kebun dari gulma dan tanaman inang seperti tanaman jeruk, kopi, kakao, sirsak dll. Bisa juga secara Mekanis yaitu dengan memotong bagian tanaman yang terserang 5 cm di bawah lubang gerek, kemudian membakarnya supaya larva mati. Atau bisa juga dengan cara memasukkan kawat ke dalam lubang gerekan sehingga larva mati karena tertusuk kawat. Cara lainnya adalah secara Biologis yaitu dengan menggunakan musuh alami yaitu Brazon zeuzerae (familia Tachinidea) dan cendawan Beauveria bassiana. Terakhir secara Kimiawi yaitu dengan aplikasi parafin karbolinium plantarum dengan dosis 2 cc/L .

Baca Juga :   9 Tips Mudah Cara Budidaya Tanaman Buah Durian Agar Mampu Tumbuh Optimal, Cepat Berbuah dan Berproduksi Tinggi

– Tupai
Tupai menyerang bagian buah. Apabila terserang bagian permukaan kulit buah rusak sampai bagian daging buah. Cara mengendalikannya dengan cara Mekanis yaitu dengan melakukan pembersihan tanaman terutama pada bagian yang menjadi sarang tupai atau mengusir tupai dengan cara gropyokan, perangkap,atau menembak dengan senapan angin. Terakhir dengan cara Kimiawi yaitu dengan umpan buah-buahan yang sudah diberi racun, seperti Klerat atau Furadan.

b. Penyakit
– Phytopthora parasitica dan Pythium complectens
Yang diserang adalah bagian buah dengan gejala daun durian menguning dan gugur. Cabang pohon ujung- ujungnya mati diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit tanaman yang berada di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk. Pembusukan dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Sekilas dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, namun jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.

Pengendalian dilakukan dengan cara mengupayakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan. Lalu cara Mekanis yaitu dengan membongkar pohon yang sakit sampai ke akarnya dan dibakar.

– Busuk buah.
Apabila terserang gejala awalnya adalah terdapat bercak-bercak basah berwarna coklat kehitaman pada kulit buah. Lantas pada bagian yang terserang akan membusuk dan terbentuk miselium dan sporangia berwarna putih.
Pengendalian dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu dengan perbaikan drainase supaya tanah tidak terlalu basah/lembab. Bisa juga dengan cara Mekanis yaitu dengan memangkas daun dan dahan yang kurang diperlukan untuk mengurangi kelembaban/pemusnahan buah yang terserang penyakit

– Busuk akar.
Apabila terserang akan timbul gejala bercak nekrotik pada akar lateral dimulai dari bagian ujung. Pada tingkat serangan yang tinggi daun layu dan gugur. Pengendalian dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu dengan perbaikan drainase agar tanah tidak terlalu lembab/basah. Cara Mekanis yaitu dengan menghindari luka mekanis pada bagian akar dan pangkal batang pada waktu pemeliharaan tanaman dan eradikasi (membongkar) tanaman yang terserang parah. Bisa juga dengancara Kimiawi yaitu, menggunakan fungisida sistemik dengan cara dikocorkan atau diinfuskan ke akar

– Bercak daun.
Apabila terserang akan timbul adanya bercak-bercak kecil basah pada daun yang semakin melebar. Kemudian daun akan mengering dan gugur. Cara pengendaliannya dilakukan dengan cara Kultur teknis yaitu dengan memperlebar jarak tanam atau cara Kimiawi yaitu dengan menyemprotkan fungisida dan penyiraman yang teratur sejak dari awal pembibitan.

Demikianlah informasi tentang panduan mudah menanam dan merawat tanaman buah Durian Petruk. semoga informasi tersebut dapat menambah wawasan kita tentang durian lokal yang istimewa ini. selain itu, sekarang ini anda pun bisa mempraktekan sendiri penanamannya di kebun masing-masing sesuai langkah-langkah diatas. Mudah bukan?!. Semoga sukses. Terima kasih.

Bagikan informasi tentang Inilah 5 Panduan Mudah Dalam Menanam dan Merawat Tanaman Buah Durian Petruk, Jepara Agar Mampu Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah kepada teman atau kerabat Anda.

Inilah 5 Panduan Mudah Dalam Menanam dan Merawat Tanaman Buah Durian Petruk, Jepara Agar Mampu Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah | JualBenihMurah.com

Belum ada komentar untuk Inilah 5 Panduan Mudah Dalam Menanam dan Merawat Tanaman Buah Durian Petruk, Jepara Agar Mampu Tumbuh Subur dan Cepat Berbuah

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 6%
Liquinox BLOOM (0-10-10)-500ml

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Liquinox BLOOM 500 mlRp 65.000 Rp 69.000
Tersedia
Rp 65.000 Rp 69.000
Stok: Tersedia
OFF 24%
Bibit Jambu Air King Rose 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Buah Jambu King RoseRp 65.000 Rp 85.000
Tersedia
Rp 65.000 Rp 85.000
Stok: Tersedia
OFF 30%
Jual Bibit Anggur Black Panther 50cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 150.000 Rp 215.000
Tersedia
Rp 150.000 Rp 215.000
Stok: Tersedia
Terpopuler
OFF 53%
Bibit Jambu Kristal 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

tanaman buah jambu kristalRp 35.000 Rp 75.000
Tersedia
Rp 35.000 Rp 75.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR