Butuh Bantuan? Customer service JualBenihMurah.com siap melayani dan membantu Anda.
Beranda » Artikel Terbaru » Cara Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Mangga Chokanan

Cara Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Mangga Chokanan

Diposting pada 19 December 2018 oleh Ali Arwani | Dilihat: 13.935 kali

Tips Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Mangga Chokanan

 

Hama penyakit mangg Chokanan

Hama penyakit mangg Chokanan

Hama & Penyakit Mangga Chokanan – Salah satu musuh besar dalam membudidayakan tanaman mangga chokonan adalah serangan hama dan penyakit. Yups, hama dan penyakit telah menjadi momok terbesar para petani dalam bertanam segala jenis tanaman tak terkecuali mangga chokanan. Keberadaan hama pada tanaman mangga juga dapat menyebabkan kerugian, baik bagi tanaman mangga chokanan itu sendiri maupun bagi pemilik tanaman mangga. Hal ini dikarenakan Serangan hama dan penyakit pada pada mangga chokanan dapat menyebabkan menurunnya produksi dan kualitas buah mangga, bahkan yang lebih parah lagi serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan kematian.

Serangan hama dan penyakit sendiri dapat menyerang hampir seluruh bagian tanaman mangga chokanan mulai dari bagian batang, bagian ranting, daun, bunga hingga buah tak luput dari serangan hama dan penyakit. Adapun jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman mangga chokanan antara lain : kutu, lalat buah, bisul, ulat dan binatang penggerek.

Penanganan yang cepat dan tepat terhadap serangan hama penyakit sangat diperlukan. hal ini bertujuan agar tidak terjadi kerugian yang lebih besar lagi. Selain itu, Pengendalian terhadap hama penyakit sebaiknya lebih mengedepankan keselamatan lingkungan dan ekosistem. Upaya pengendalian hama dan penyakit sebaiknya tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang sudah terbentuk yakni dengan pengendalian secara mekanis, biologis/hayati maupun aplikasi pestisida organik. Pengendalian dengan melakukan penyempotan insektisida kimia sebaiknya menjadi pilihan terakhir jika memang pengendalian secara hayati, mekanis, maupun aplikasi pestisida organik tidak mampu mengatasinya.

Berikut ini jenis hama dan Penyakit yang sering menyerang tanaman mangga chokanan, dan cara pengendaliannya.

1. Lalat Buah

lalat buah disebabkan oleh Bactrocera dorsalis, serangga dewasa berwarna kuning bersayap putih bening dan berukuran panjang 7 – 8 mm, suka hinggap dan bertelur pada buah mangga chokanan. Mangga Chokakan yang terserang lalat buah memiliki gejala yakni serangan larva menyebabkan buah menjadi mudah terserang mikroorganisme yang menyebabkan buah busuk dan jatuh.

Baca Juga :   Inilah 8 Keunggulan Mangga Chokanan, Jenis Mangga Unggulan Yang Menjadi Primadona Pacinta Tabulampot

Cara Pengendalian Lalat Buah :

  • Membungkus (membrongsong) buah mangga muda sampai menjadi tua dengan kertas semen.
  • Pemanfaatan musuh alami Opius sp. dan Biosteres sp.
  • Memasang perangkap dengan umpan metyl eugenol atau likat kuning
  • Memetik dan memusnahkan buah busuk yang terindikasi terserang lalat buah, kemudian memusnahkannya
  • Melakukan pengasapan dipagi dan sore hari untuk mengusir lalat buah
  • Penyemprotan insektisida berbahan aktif metomil dan profenofos setiap 1 minggu sekali

2. Wereng Mangga

Hama wereng mangga merusak tanaman dengan cara mengisap cairan bunga yang baru mekar sehingga bunga mudah kering dan cepat mati. Serangan terjadi saat malai stadia bud elongation (perpanjangan tunas). Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga sehingga bunga menjadi kering Serangga dewasa berukuran 0,2 – 0,3 mm berwarna abu-abu kecoklatan. Penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung dengan cuaca panas yang lembab.

Pengendalian Wereng Mangga :

  • Memotong bagian bunga yang terserang, kemudian dimusnahkan
  • Pengasapan yang dilakukan 3-4 kali dalam satu minggu
  • Pemanfaatan musuh alami coccinellid, Monochiles sexmaculatus, Chrysope facciperda, Mallada buninensis yang merupakan predator terhadap nimfa dan dewasa wereng mangga
  • Menyuntik pohon mangga dengan insektisida sistemik sebanyak 10 – 20 cc per pohon. Hal ini dilakukan pada tanaman mangga yang sudah berumur lebih dari 30 tahun
  • Menyemprotkan insektisida APLAUD 400 F atau DARMABASH

3. Penggerek Pucuk Mangga

disebabkan oleh hama Sternochetus genioenemis Marshall. Sejenis ulat yang menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan cara menggerek tunas/ malai menuju kebawah. Tunas daun atau malai bunga akan menjadi layu, kering sehingga transportasi unsur hara terhenti kemudian mati.

Pengendalian Penggerek Pucuk Mangga :

  • Cabang tunas yang terinfeksi dipotong lalu dibakar,
  • Pendangiran untuk mematikan pupa.
  • Pengendalian ulat penggerek pucuk secara kimiawi dengan penyemprotan insektisida sistemik pada jaringan kayu pada saat tanaman memasuki fase pecah tunas dan dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida kontak pada bagian ranting.
Baca Juga :   Inilah Keistimewaan Tanaman Durian Musang king Kaki Tiga, Lebih Cepat Besar dan Lebih Cepat Berbuah

4. Penggerek Buah

disebabkan oleh hama ulat Noorda albizonalis. Hama ini menggerek buah pada bagian ujung/ tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah akan busuk dan jatuh.

Pengendalian Ulat Penggerek Buah Mangga

  • Membungkus (membrongsong) buah dengan kertas semen
  • Memetik dan mengumpulkan buah yang busuk dan gugur kemudian memusnahkannya
  • Menyemprotkan insektisida pada saat buah muda.
  • Memasang perangkap light trap

5. Hama Penggerek Batang

Disebabkan oleh hama Rhytidodera integra Gressit. Pada awal serangan, terlihat adanya lubang yang mengeluarkan kotoran berupa gerekan seperti serbuk gergaji pada pucuk atau cabang mangga, kemudian cabang yang menunjukkan gejala tadi akan mengering dan mati karena cabang yang mendapatkan serangan pertama mati, selanjutnya penggerek menuju kebagian tanaman yang masih hidup yaitu batang utama sehingga pada batang utama akan timbul lubang- lubang yang disertai dengan keluarnya kotoran. Pada serangan lanjut seluruh tanaman mati.

Pengendalian Penggerek Batang

  • Segera pangkas bagian tanaman yang terserang kurang lebih 5 cm dibawah lubang yang masing-masing mengeluarkan kotoran segar,
  • Musnahkan larva penggerek yang ada pada ranting atau batang yang telah dipotong dengan jalan membelah bagian tanaman tersebut dan membakarnya.
  • Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan mengaplikasikan insektisida pada fase tunas untuk menghindarkan tanaman mangga yang terserang oleh perusak pucuk sekaligus menghindarkan serangan penggerek batang.

6. Hama Kutu Putih

Disebabkan oleh kutu Bemisia tabaci, hama kutu ini berbentuk oval, datar, tertutup lapisan tebal seperti lilin, sering hinggap di daun dan menghisap cairan sel daun. Akibat serangan kutu tersebut, pada daun terdapat bercak kuning kotor. Gejala jika tanaman terserang hama kutu putih adalah daun menjadi keputihan penuh dengan kutu putih. Kutu putih/ kutu kebul juga merangsang terbentuknya cendawan jelaga. Serangan hama kutu putih menyebabkan pertumbuhan dan produksi tanaman terhambat.

Pengendalian Hama Kutu Putih

  • Memotong/memangkas daun yang terdapat koloni kutu putih kemudian membakarnya
  • Jika sudah parah dan seluruh daun terdapat kutu putih maka bisa dilakukan pemangkasan total
  • Menyemprotkan insektisida yang sesuai
Baca Juga :   Inilah 3 Tips Mudah Membuahkan Nangkadak Agar Mampu Berbuah Dengan Lebat Dan Berdaging Tebal

7. Bisul Daun

Disebabkan oleh hama Procontarinia mattelana. Adapun gejala tanaman mangga yang terserang bisul daun adalah : daun menjadi berbisul dan daun berubah warna menjadi coklat, hijau dan kemerahan.

Pengendalian Bisul Daun Mangga

  • Memangkas dan membakar daun yang terserang bisul daun,
  • Menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi
  • Menyemprot buah dan daun dengan Ripcord, Cymbuth/ Phosdrin 3x seminggu

8. Thrips

Disebabkan oleh hama Scirtothrips mangiferae priesner. Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segmen perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh.

Pengendalian Hama Thrips pada Mangga

  • Tunas muda yang terserang dipotong lalu dibakar,
  • Memasang perangkap warna kuning/likat kuning,
  • Lakukan pemangkasan secara teratur, dan penyemprotan insektisida

Demikian informasi tentang cara pengendalian hama penyakit tanaman mangga chokanan. Dalam artikel diatas kita telah membahas 8 Jenis Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman mangga chokanan dan cara mudah pengendaliannya. Hama dan penyakit yang sering menyerang mangga chokanan ini biasanya juga sering menyerang jenis mangga unggulan lainnya seperti mangga mahatir, magga kiojay, mangga Namdokmai, Mangga irwin, Mangga manaagi, mangga Alpukat, Mangga arumanis dan jenis mangga lainnya. Adapun cara pengendaliannya secara umum hampir sama.

Pengendalian terhadap hama penyakit tanaman mangga sebaiknya lebih mengedepankan keselamatan lingkungan dan ekosistem, dimana Upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman mangga ini sebaiknya tidak merusak lingkungan dan ekosistem yang sudah terbentuk. Semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih.

 

Bagikan informasi tentang Cara Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Mangga Chokanan kepada teman atau kerabat Anda.

Cara Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Mangga Chokanan | JualBenihMurah.com

4 komentar untuk Cara Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Mangga Chokanan

  • Laila says:

    terimakasih infonya, tetapi menurut saya pengendalian dengan pestisida yang dilakukan 3x seminggu pada bisul daun bukan pengendalian yg tepat, karena aplikasi pestisida belebihan akan membunuh musuh alami pada tanaman hama.

    • Ali Arwani says:

      Terima kasih atas masukannya. semoga dapat menambah wawasan kami, Menyemprot buah dan daun dengan menggunakan Ripcord, Cymbuth/ Phosdrin 3x seminggu, itu hanya dilakukan selama hama bisul daun masih ada dan jika hama bisul daun sudah tidak ada penggunaan Ripcord, Cymbuth/ Phosdrin dihentikan. Terima kasih

  • Ismail says:

    Bermanfaat dan menambah wawasan

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 32%
Jual Bibit Jambu Air Kualitas Unggul

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 65.000 Rp 95.000
Tersedia
Rp 65.000 Rp 95.000
Stok: Tersedia
OFF 37%
Bibit Mangga Irwin 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Buah Mangga IrwinRp 85.000 Rp 135.000
Tersedia
Rp 85.000 Rp 135.000
Stok: Tersedia
OFF 14%
Benih Cabe Bara – 25 Gram (Cap Panah Merah)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Cabe BaraRp 18.000 Rp 21.000
Tersedia
Rp 18.000 Rp 21.000
Stok: Tersedia
OFF 41%
Bibit Jeruk Pamelo Merah 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Jeruk Pamelo MerahRp 325.000 Rp 550.000
Tersedia
Rp 325.000 Rp 550.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR