Butuh Bantuan? Customer service JualBenihMurah.com siap melayani dan membantu Anda.
Beranda » Artikel Terbaru » Tips Mudah Dalam Mengatasi dan Mengendalikan Serangan Hama & Penyakit Pada Tanaman Alpukat Agar Mampu Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah

Tips Mudah Dalam Mengatasi dan Mengendalikan Serangan Hama & Penyakit Pada Tanaman Alpukat Agar Mampu Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah

Diposting pada 16 September 2018 oleh Ali Arwani | Dilihat: 17.051 kali

Tips Mudah Dalam Mengatasi dan Mengendalikan Serangan Hama & Penyakit Pada Tanaman Alpukat Agar Mampu Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah

Pengendalian Hama & Penyakit Alpukat – Dalam budidaya alpukat tentunya harus selalu memperhatikan segala aspek, hal ini bertujuan bibit alpukat mampu tumbuh optimal dan cepat berbuah. Mulai dari tahap pemilihan bibit, pengelolahan lahan, penanaman hingga tahap perawatan. Tak hanya sampai disitu saja, dalam perawatan tanaman alpukat juga harus memperhatikan berbagai hambatan yang perlu diwaspadai, karena dapat mempengaruhi pertumbuhan, menghambat produksi bahkan dapat menyebabkan kematian pada tanaman alpukat.

Nah, salah satu hambatan yang perlu dihadapi dalam budidaya alpukat adalah serangan Hama & Penyakit. Hama dan penyakit memang menjadi musuh terbesar bagi tanaman alpukat. Serangan hama dan penyakit pada tanaman alpukat dapat berdampak pada menurunkan tingkat produksi dan kualitas buah yang dihasilkan, bahkan yang lebih parahnya lagi adalah serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan kematian pada tanaman alpukat itu sendiri.

Untuk dapat melalukan upaya pengendalian dari serangan hama dan penyakit pada tanaman alpukat, tentunya kita perlu mengetahui beberapa jenis hama dan penyakit, bagian mana saja yang diserang serta bagaimana cara pengendalian pada tanaman alpukat. Lalu apa saja sich hama dan penyakit yang sering menyerang pada tanaman alpukat ini? dan Bagaimana cara mengendalikannya?. tanpa panjang lebar, semuanya akan dibahas secara rinci.

Pengendalian Hama dan Penyakit Alpukat

Pengendalian Hama dan Penyakit Alpukat

Berikut ini beberapa jenis hama dan penyakit yang biasa menyerang pada tanaman alpukat beserata cara pengendaliannya.

Hama Tanaman Alpukat

1. Hama Daun Alpukat
a. Ulat Kipat (Criculatris fenestrate Helf)
hama ulat kipat ini memiliki ciri-ciri panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala. Tanaman alpukat yang terkena Ulat Kipat menunjukkan gejala yakni Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan.

  • Cara pengendalian : yang dianjurkan secara nabati menggunakan ekstrak daun Pepaya. Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter
  • Cara pembuatannya : yaitu rendam 50 gram irisan daun pepaya dalam 100 ml air, aduk rata supaya tercampur dan rendam selama 24 jam. Kemudian diperas dan disaring.Tambahkan larutan tersebut dengan 2-3 liter air aduk rata dan segera semprotkan keseluruh bagian tanaman yang terserang

b. Ulat Kupu-kupu Gajah (Attacus atlas L.)
Hama ulat kupu-kupu Gajah mempunyai ciri-ciri yakni sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat. Tanaman alpukat yang terkena Ulat Kupu-kupu Gajah menunjukkan gejala yakni Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun.

  • Cara Pengendalian : hama ini bisa di kendalikan menggunakan bahan nabati seperti ekstrak bawang putih.
  • Cara Pembuatan :dengan cara menghancurkan bawang putih sebanyak 5 siung + 50 ml minyak sayur (satusendokmakan) + detergen satu sendok makan. Semua bahan dicampur merata kemudian ditambahkan air dan disimpan dalam botol paling lama 3 hari. Campurkan larutan tadi dengan air untuk menyemprot.
Baca Juga :   Inilah Cara Tepat Mengatasi & Mengendalikan Hama Kumbang Janur (Brontispa longissima) Pada Tanaman Kurma

c. Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii
Hama Aphis gossypii Glov mempunyai ciri-ciri yakni warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam dan semut berdatangan. Adapun gejala tanaman alpukat terkena hama Aphis gossypii Glov adalah Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin.

  • Cara pengendalian : dilakukan yaitu dengan mengekstrak cabai merah, Disemprot dengan insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter.
  • Cara Pembuatan : dengan komposisi 4 mangkuk cabai merah atau biji cabai merah ditambah 30 gram detergen. Cabai merah didihkan selama 20 menit kemudian ditambah 3 liter air dan didinginkan. Setelah disaring, tambahkan detergen dan aduk hingga rata. Semprotkan pada seluruh bagian tananaman yang terserang pada pagi atau sore hari.

d. Kutu Dompolan Putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso)
Hama Kutu Dompolan Putih memiliki ciri-ciri yakni Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang dan yang terpanjang di bagian pantatnya. Tanaman alpukat yang serang hama Kutu Dompolan Putih menunjukkan gejala antara lain : Pertumbuhan tanaman terhambat dan kurus. Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering.

  • Cara pengendalian : dapat menggunakan bahan-bahan dapur seperti ekstrak jahe dan bawang putih, Disemprot dengan insektisida yang mengandung bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula.
  • Cara Pembuatan : menghancurkan jahe sampai halus, tambahkan air, dan detergen. Aduk hingga rata dan dapat disemprotkan langsung ke tanaman.

e. Tungau Merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd)
Hama Tungau Merah memiliki ciri fisik antara lain Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm. Tanaman alpukat yang serang hama Tungau Merah menunjukkan gejala antara lain : Permukaan daun berbintik-bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok.

  • Cara pengendalian : secara nabati adalah dengan ekstrak ketumbar, Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha.
  • Cara pembuatan : hancurkan sebanyak 200 biji ketumbar. Didihkan dalam air selama 10 menit. Dinginkan dan saring. Tambahkan larutan dengan 2 liter air, lalu semprotkan ke seluruh bagian tanaman terutama pada pagi hari.

2. Hama Buah Alpukat
a. Lalat Buah Dacus (Dacusdorsalis Hend.)
Hama Lalat Buah Dacus memiliki tampilan fisik antara lain : Ukuran tubuh 6 – 8 mm dengan bentangan sayap 5 – 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm. Tanaman alpukat yang terserang Lalat Buah Dacus menunjukkan gejala antara lain: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva.

  • Cara pengendalian : Hama ini dapat dikurangi dengan ekstrak selasih, Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati.
  • Cara pembuatan : Sediakan 50 gram daun selasih kemudian dirajang dan direndam selama 24 jam, saring dan tambahkan deterjen, aduk hingga rata. Cairan tersebut dapat disemprotkan langsung ke seluruh bagian tanaman pada pagi atau sore hari.
Baca Juga :   Tips Mudah Merawat Kelengkeng Merah Tumbuh Dengan Optimal, Cepat Berbuah dan Produktif

b. Codot (Cynopterus sp.)
Tanaman alpukat yang terserang hama codo menunjukkan gejala antara lain : Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja.

  • Cara pengendalian : dengan menangkap codot menggunakan jala/menakut- nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara.

3. Hama Cabang Tanaman Alpukat
a. Kumbang Bubuk Cabang (Xyleborus coffeae Wurth)
Tanaman alpukat yang terserang hama Kumbang Bubuk Cabang menunjukkan gejala antara lain Terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting. Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke daun, kemudian daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut mati.

  • Cara pengendalian : Cara pengendalian dengan menggunakan ekstrak daun selasih. Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar. Dapat juga disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter.
  • Cara pembuatan : Sediakan 50 gram daun selasih kemudian dirajang dan direndam selama 24 jam, saring dan tambahkan detergen, aduk hingga rata. Cairan tersebut dapat disemprotkan langsung ke seluruh bagian tanaman yang terserang hama kumbang bubuk cabang pada pagi atau sore hari.

Penyakit Tanaman Alpukat

1. Antraknosa
Penyakit Antraknosa merupakan jenis penyakit yang ada pada tanaman alpukat yang disebabkan oleh Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga. Tanaman alpukat yang serang penyakit menunjukkan gejala antara lain: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur.

  • Cara pengendalian : Pengendalian yang terbaik yaitu secara alami/nabati menggunakan ekstrak bawang merah. Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter.
  • Cara pembuatan : Hancurkan bawang merah ditambah air, aduk hingga rata dan disaring. Semprotkan ke seluruh bagian tanaman.
Baca Juga :   Rahasia Sukses Pemupukan Tanaman Lengkeng New Kristal Agar Cepat Berbuah dan Berbuah Lebat

2. Bercak Daun atau Bercak Cokelat
Penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Tanaman alpukat yang terserang panyakit bercak daun menunjukkan gejala antara lain : bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintik-bintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain.

  • Pengendalian : pengendalian penyakit ini bisa menggunakan ekstrak bawang putih.Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux.
  • Cara pembuatan : Dua suing bawang putih di hancurkan dan rendam dalam air selama 24 jam.Tambahkan 4 gelas air dan detergen. Tambahkan larutan dengan air, dengan perbandingan 1 : 9. Diaduk sebelum digunakan lalu semprotkan ke tanaman yang terserang.

3. Busuk Akar dan Kanker Batang
Penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah yang mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dengan drainase jelek. Tanaman alpukat yang terserang penyakit menunjukkan gejala antara lain: Bila tanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu, tunas mudanya jarang tumbuh. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon. Bila batang tanaman yang terserang maka akan tampak perubahan warna kulit pada pangkal batang.

  • Pengendalian : Ekstrak daun sirih dapat mengendalikan penyakit ini. drainase perlu diperbaiki, jangan sampai ada air yang menggenang/dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru.
  • Cara pembuatan : yaitu dengan menghancurkan 300 lembardaun sirih (dengan blender/ditumbuk) dan campur dengan 1 liter air. Semprotkan cairan ke seluruh bagian tanaman.

4. Busuk Buah
penyakit busuk buah disebabkan oleh jamur Botryodiplodia theobromae pat. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah. Tanaman yang terserang penyakit busuk buah menunjukkan gejala antara lain : Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur, yang kemudian menjalar ke bagian buah. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil.

  • Pengendalian : penyakit busuk buah dapat dikendalikan dengan pembuatan ekstrak daun cengkeh. Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb, dengan dosis 2-2,5 gram/liter.
  • Cara pembuatan : yaitu dengan menumbuk daun cengkeh kering sebanyak 50- 100 gram kemudian ditaburkan langsung ke tanaman yang terserang dengan cara ditabur di atas permukaan tanah.

Nah, demikianlah informasi tentang hama dan penyakit tanaman alpukat dan bagaimana cara pengendaliannya. Hama dan penyakit tanaman alpukat ini juga bisa menyerang jenis alpukat unggulan lainnya seperti alpukat wina, alpukat kendil, alpukat pluwang, alpukat miki, alpukat hass dan jenis alpukat lainnya. Di usahakan dalam upaya pengendalian hama dan penyakit pada tanaman alpukat lebih mengutamakan menggunakan obat secara nabati atau organik. Semoga artikel tersebut dapat menambah wawasan kita tentang hama & penyakit dalam budidaya alpukat. Semoga bermanfaat dan Terima kasih.

Bagikan informasi tentang Tips Mudah Dalam Mengatasi dan Mengendalikan Serangan Hama & Penyakit Pada Tanaman Alpukat Agar Mampu Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah kepada teman atau kerabat Anda.

Tips Mudah Dalam Mengatasi dan Mengendalikan Serangan Hama & Penyakit Pada Tanaman Alpukat Agar Mampu Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah | JualBenihMurah.com

Belum ada komentar untuk Tips Mudah Dalam Mengatasi dan Mengendalikan Serangan Hama & Penyakit Pada Tanaman Alpukat Agar Mampu Tumbuh Subur Dan Cepat Berbuah

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 34%
Jual Bibit Durian Petruk 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Buah durian Petruk JeparaRp 95.000 Rp 145.000
Tersedia
Rp 95.000 Rp 145.000
Stok: Tersedia
OFF 37%
Benih Bawang Merah Tuk Tuk (Cap Panah Merah)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Bawang Merah TUK-TUK Panah MerahRp 9.500 Rp 15.000
Tersedia
Rp 9.500 Rp 15.000
Stok: Tersedia
OFF 17%
Benih Daun Kemanggi (Maica Leaf)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Daun kemangi Maica LeafRp 12.500 Rp 15.000
Habis
Rp 12.500 Rp 15.000
Stok: Habis
OFF 40%
Bibit Kakao 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

KakaoRp 7.500 Rp 12.500
Tersedia
Rp 7.500 Rp 12.500
Stok: Tersedia
SIDEBAR