Butuh Bantuan? Customer service JualBenihMurah.com siap melayani dan membantu Anda.
Beranda » Artikel Terbaru » 12 Cara Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Rambutan Binjai

12 Cara Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Rambutan Binjai

Diposting pada 12 February 2021 oleh Ali Arwani | Dilihat: 169.085 kali

Inilah Cara Mudah Dalam Pengendalian Serangan Hama dan Penyakit Pada Tanaman rambutan, Agar Rambutan Binjai Tumbuh Dengan Optimal & Berbuah Lebat

Tips Pengendalian Hama Dan Penyakit Rambutan Binjai – Rambutan Binjai merupakan tanaman buah unggul yang berasal dari Binjai, Sumatera Utara. Buah berwarna merah menyala, memiliki rambut panjang dan kasar di bagian kulit buah serta tumbuh jarang. Tingkat kemanisan rambutan binjai tergolong sangat tinggi. Daging buah putih, tampak tebal, padat, kenyal dan “ngelothok”. Sebutan “ngelotok” mengacu pada daging buah yang saat dikupas bagian kulit bijinya masih melekat karena kadar airnya sedikit. Dari segi ukuran buah, rambutan binjai berukuran lebih besar dibandingkan dengan jenis rambutan lain. Dengan keunggulannya, buah ini menjadi oleh-oleh khas Binjai dan banyak diburu para wisatawan.

Dalam budidaya tanaman buah rambutan, tentunya kita akan menghadapi beberapa kendala atau masalah dalam perawatannya. Nah salah satu kendala yang menjadi momok terbesar bagi para petani adalah Serangan Hama dan Penyakit. Keberadaan hama dan penyakit ini memang sangat meresahkan karena dapat menyebabkan kerugian, baik bagi tanaman itu sendiri maupun bagi para petani.

Serangan hama dan penyakit dapat mengakibatkan menurunnya tingkat produksi dan kualitas buah rambutan yang hasilkan, bahkan serangan hama dan penyakit dapat pula menyebabkan kematian. Nah pada kesempatan kali ini, kami akan memaparkan beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman buah rambutan binjai dan bagaimana cara mengendalikan dan mengatasi hama dan penyakit pada tanaman rambutan tersebut? Berikut ulasannya.

Berikut ini adalah jenis hama & penyakit yang menyerang tanaman rambutan binjai dan cara pengendalian hama penyakit rambutan antara lain :

Hama Tanaman Rambutan Binjai

1. Kutu putih/ kutu kapas

Kutu putih ini dapat menimbulkan kerusakan secara langsung dengan menghisap cairan tanaman dan pada tingkat kerusakan berat dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan tanaman serta menimbulkan kerontokan buah muda.
Cara Pengendalian :

  • cara biologi : menggunakan cendawan parasit Empusa fresenii atau menggunakan musuh alami seperti semut hitam 3.
  • cara kimiawi : dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida Lebycid 550 dengan konsentrasi 0,2%.
Baca Juga :   INILAH 9 KEUNGGULAN RAMBUTAN BINJAI Daging Buah Renyah dan Citarasa Manis

2. Ulat penggerek buah

Ulat penggerek buah berwarna merah kecokelatan dan menyerang buah rambutan, baik yang masih muda maupun yang sudah matang. Gejala yang nampak adalah buah menjadi kering dan berwarna hitam.

Cara Pengendalian hama dilakukan secara preventif, yaitu dengan menyemprot insektisida jenis Lindane atau Diazinon. Dosis pemakaian bisa dilihat pada label kemasan.

3. Kutu Daun

Hama kutu daun menyerang tanaman rambutan dengan cara memakan daun rambutan yang masih muda.

Cara Pengendalian untuk pengendalian tanaman rambutan dari kutu daun ini dengan cara menyemprotkan insektisida seperti Matador 25 EC.

4. Semut Rangrang

Hama semut rangrang menjadi salah satu hama yang cukup diwaspadai, meskipun tidak begitu mengganggu tanaman buah rambutan binjai secara langsung, namun hama semut rangrang ini dapat membuat tanaman buah rambutan binjai berlubang.

Cara Pengendalian untuk pengendalian hama semut rangrang dapat dilakukan dengan cara memberikan insektisida seperti matador 25 EC. Pemberian dilakukan sesuai dosis.

5. Ulat penggerek Batang

Ulat ini menggerek batang rambutan dengan membuat lubang dikayu hingga sepanjang 30cm.

Cara Pengendalian :

  • Hama ini dapat dikendalikan dengan cara menggunakan kapas yang telah direndam dengan insektisida yang disumbatkan dibagian yang berlubang tersebut.
  • Pemberian dihentikan apabila tanaman sedang berbuah karena pestisida sistemik (seperti Actara) bekerja dengan merasap kedalam tanaman yang akan dimakan oleh hama sehingga dikhawatirkan buah akan mengandung racun.

6. Hama – Hama Lain

Hama lain yang sering juga menyerang tanaman rambutan adalah : ulat kantong, tungau, rayap, bajing dan kalong. Hama tungau menyebabkan gejala puru di batang, ranting, dan daun. Jika menyerang batang, puru tersebut berupa benjolan bulat dengan dimater sekitar 3 mm. Jika menyerang daun, puru berupa tonjolan yang memanjang dan berbentuk ramping.
Cara Pengendalian Menggunakan insektisida jenis Chlordane, Kelthane dan Malathion. Dosis pemakaian bisa dilihat pada label kemasan.

Baca Juga :   5 Panduan Tepat Budidaya Rambutan didalam Pot (Tabulampot) Agar Mampu Tmbuh Optimal dan Cepat Berbuah

Penyakit Tanaman Rambutan Binjai

7. Bercak Daun

Penyakit bercak daun sering menyerang pada bagian daun tanaman rambutan binjai. Penyakit bercak daun disebabkan oleh cercospora averrhoge fres. Gejala yang ditimbulkan serangan bercak daun antara lain : terjadi bintik-bintik kecil berwarna cokelat dan berbentuk bulat pada daun. Jika tidak segera ditangani akan menyebabkan daun menjadi layu dan rontok kemudian gundul.

Cara Pengendalian Penyakit bercak daun dapat dikendalikan dengan cara memotong pada bagian tanaman belimbing yang telah terinfeksi kemudian bakar potongan tersebut, setelah itu semprotkan fungsida dengan kandungan kaptafol seperti difolatan.

8. Embun Tepung

Pada permukaan tanaman yang terserang terdapat tepung berwarna putih keabu-abuan. Tanaman yang terserang adalah pucuk bunga dan buah yang akhirnya gugur atau kering berwarna hitam seperti terbakar.

Cara Pengendalian :

  • Teknis : melakukan sanitasi yaitu dengan memotong cabang/ranting yang pucuk bunga dan buahnya terserang berat, membuang bunga dan buah untuk tanaman yang terserang sedang dan membersihkan bunga dan buah untuk tanaman yang terserang ringan.
  • Kimiawi : dilakukan dengan penyemprotan fungsida berbahan aktif benomil seperti benlate dengan frekuensi dua minggu sekali pada pagi hari dengan dosis 2 gr/ liter. Untuk menekan banyaknya spora cendawan, penyemprotan dikonsentrasikan pada pucuk bunga.

9. Jamur Upas

Jamur upas menyerang cabang tanaman yang sudah berkayu. Cabang yang terserang biasanya timbul benang-benang cendawan seperti sarang labah-laba yang berkembang menjadi kerat cendawan berwarna merah jambu.

Cara Pengendalian :

  • Teknis dengan memotong sepanjang 30 cm dibawah cabang yang terkena jamur, kemudian dibakar ditempat yang telah disediakan.
  • Mengoleskan fungisida (bubur california atau bubur bordeaux) pada bagian yang terserang jamur upas.
  • Sebaiknya pengolesan dilakukan pada pagi dengan dosis sesuai yang tertera dalam kemasan.
Baca Juga :   Inilah 6 Panduan Budidaya Rambutan Binjai - Tanaman Buah Rambutan Unggulan Terbaik dan Paling Cocok Dibudidayakan di Iklim Indonesia

10. Busuk buah

Penyakit busuk buah ini biasanya menyerang buah yang masih kecil/muda, selanjutnya meskipun buah tersebut menjadi besar tapi tetap akan busuk, berwarna hitam dan mengering.

Cara Pengendalian :

  • Teknis : Petik buah yang terserang kemudian dikumpulkan dan bakar ditempat yang telah disediakan selanjutnya dikubur dalam tanah.
  • Kimiawi : melakukan penyemprotan dengan menggunakan fungisida berbahan aktif karbendazin dengan dosis 0,4 cc/liter air.

11. Penyakit akar putih

Penyakit akar putih disebabkan oleh cendawan Rigidoporus lignosus dengan tanda rizom berwarna putih menempel di akar. Jika dikupas akar yang terserang berwarna kecoklatan.
Cara Pengendalian yang dilakukan adalah berikan fungisida jenis benlate 0,3% dengan dosis sesuai tertera pada kemasan.

12. Benang putih

Pada cabang dan ranting pohon rambutan yang terserang biasanya terdapat benang putih yang terdiri dari miselium jamur. Benang-benang tersebut rata menutupi daun rambutan, sehingga menyebabkan daun mati.

Cara Pengendalian :

  • Teknis : dengan memangkas cabang/ ranting yang terserang penyakit. Pangkasan harus segera dibakar.
  • Kimiawi : dilakukan dengan penyemprotan fungisida (Benlate dan Cupravit) di sesuaikan dengan dosis yang tertera dalam kemasan.

Demikianlah informasi tentang jenis hama dan penyakit yang menjadi musuh utama petani. Dalam artikel tersebut telah kita bahas beberapa jenis hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman rambutan dan bagaimana cara mudah pengendaliannya. Perlu penanganan dan perhatian khusus agar tanaman rambutan yang anda tanam tidak mengalami kerugian terus menerus saat masa panen. Untuk itu kenali penyakit dan hama tanaman rambutan anda sejak dini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terimakasih

Bagikan informasi tentang 12 Cara Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Rambutan Binjai kepada teman atau kerabat Anda.

12 Cara Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Rambutan Binjai | JualBenihMurah.com

Belum ada komentar untuk 12 Cara Mudah Pengendalian Hama dan Penyakit Yang Sering Menyerang Tanaman Rambutan Binjai

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Orang lain melihat produk ini, mungkin Anda juga tertarik?

OFF 52%
Jual Bibit Alpukat Fuetre 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 75.000 Rp 155.000
Tersedia
Rp 75.000 Rp 155.000
Stok: Tersedia
OFF 17%
Benih Cabe Chupetinho Pepper (Maica Leaf)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Cabe Chupetinho PepperRp 15.000 Rp 18.000
Tersedia
Rp 15.000 Rp 18.000
Stok: Tersedia
OFF 40%
Jual Bibit Tabebuya Kuning 70cm

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

Rp 15.000 Rp 25.000
Tersedia
Rp 15.000 Rp 25.000
Stok: Tersedia
OFF 17%
Benih Bunga Pacar Air Mix Color (Maica Leaf)

*Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak di bawah ini:

bunga Pacar Air Maica LeafRp 15.000 Rp 18.000
Tersedia
Rp 15.000 Rp 18.000
Stok: Tersedia
SIDEBAR